[No. 8]
Tak ada aksara yang mampu terangkai ketika dada mulai berdentum
Benak cuma mampu lukis paras dan angan menggores secuil asa
Tiada kata yang mampu terucap tatkala mata redup menatap
Mulut terkunci oleh desah batin yang meradang renjana
Berontak hingga terlontar juga…
“Sialannn… gue kangen eluuu… !!!”
[Jakarta, 21 Juli 2006 09:25 am]
::
::